APEN SUMENEP
Apen adalah salah satu jajanan yang sangat terkenal di kabupaten Sumenep. Merupakan salah satu jajanan yang juga sangat digemari karena kelezatan rasanya.
Mungkin bagi masyarakat diluar Sumenep panganan ini terdengar asing, akan tetapi bagi masyarakat Sumenep jajanan ini sangat
familiar.
Bentuk dari penganan ini menyerupai serabi jawa, namun kenyataannya sangat berbeda. Bentuknya memang mirip dengan serabi jawa, namun bila dilihat dari bahan pembuatan, penampilan dan rasanya sangat berbeda. Serabi jawa berbahan dasar tepung terigu dan apen ini berbahan dasar tepung beras. Kue Apen dipanggang tanpa minyak pada wajan kecil dari tanahliat di atas kompor dengan api dari kayu bakar. Orang yang punya keahlian khusus yang bias membuat apen ini untuk mendapatkan tekstur yang lembut namun tidak mentah. Apen ini pun dihidangkan bersama dengan kuah gula aren kental. Perpaduan rasa asin dan legit ini sangat enak dilidah. Pembuatannya juga masih sangat tradisional.
Ada dua varian dari ini, ada apen biasa dan apen telur. Perbedaannya daribahan bakunya menambahkan telur sehingga lebih gurih. Sangat cocok dimakan apa lagi jika dimakan dalam keadaan panas. Apen ini juga disajikan bila ada acara besar.
Apen ini sangat mudah ditemui didaerah parsanga. Bila ingin ke Parsanga,
tinggal menggunakan becak, sebutkan kalau mau ke Parsanga. Tempat apen dijual, pasti para penarik becak sudah sangat mengerti. Harganya pun sangat murah. Kita bias membeli sesuai dengan keinginan. Apen biasa rata-rata dihargai Rp1500.-dan apen telur dihargai Rp 2000.-.
Salah
satu warung Apen yang terkenal adalah warung apen Desa Bangkal milik Moesarrap (67). Warung ini sudah berdiri sebelum tahun 1935. Pada awalnya, pemiliknya Mbah Nurdi, kemudian diteruskan oleh Sahriyah. Barupadatahun 2001 dikelola oleh Moesarrap. Biasanya, Apen disajikan saat pagi hari, Karena itu, jam buka warung ini sejak subuh hingga pukul 10.00. Tetapi, untuk hari Minggu, biasanya warung sudah tutup pada pukul 07.00
Walaupun jajanan ini sudah mulai disaingi oleh panganan modern namun jajanan ini masih dipertahankan. Setidaknya ada 15 orang penjual yang masih setia berjualan di kecamatan Parsanga ini.
Selain itu apen sangat cocok dibuat sarapan pagi disajikan bersamaan dengan teh hangat. Sekalian bercengkrama bersama keluarga. Tidak perlu sesuatu yang mahal untuk bahagia, kalau ada yang sederhana dan murah tapi bias membuat bahagia, kenapa tidak? Mari lestarikan penganan tradisional supaya anak cucu kita bias tahu dengan lezatnya apen Sumenep. Mari lestarikan kuliner tradisional, bukan hanya di Sumenep akan tetapi di seluruh Indonesia